Diary Ibu Hamil #1 Bersyukur atas kehadiranmu


Nak, terimakasih sudah hadir. Ibu dan Bapak sempat kaget karena secepat ini. Apalagi kata kebanyakan orang di usia Ibu dan Bapak yang saat ini tidak muda lagi akan susah atau lama menghadirkan kamu. Ternyata semesta berkata lain. Feeling Ibu akan kehadiranmu juga sangat tepat. Entah kenapa waktu itu Ibu bersikeras bahwa kamu sudah mulai tumbuh di perut Ibu, meski testpack masih negatif. Dan Ibu tetap bersikeras melakukan test pack lagi. Alhasil, bergaris dua. 

Inilah waktu terbaik kamu hadir menurut semesta, setelah Ibu dan Bapak mengalami perjalanan  panjang dengan petualangan dan pembelajaran hidup masing-masing yang didapat. Semoga pengalaman hidup Ibu dan Bapak bisa menjadi bekal menemani kamu bertumbuh di bumi ini, meski kami tidak sempurna. Pengalaman sedih, kecewa dan senang bertemu berbagai macam orang dan kondisi.

Ibu dan Bapak tidak pernah menyesal dipertemukan disaat usia masing-masing sudah tidak muda lagi. Karena Ibu dan Bapak bertemu setelah selesai dengan diri masing-masing. Sehingga Ibu dan Bapak tidak saling menuntut meminta untuk dibahagiakan. Karena bahagia dan tidaknya kita adalah keputusan kita sendiri. Akan tetapi kita berusaha untuk menjaga suasana agar tetap kondusif. Bisa jadi, maksud Ibu ingin membahagiakan Kamu atau Bapak, tapi ternyata itu bukanlah kebahagiaan yang kamu dan bapak maksud. Jadi... ah kok jadi ngomongin soal bahagia sie... intinya kita hanya berusaha membahagiakan orang lain, tapi keputusan untuk merasa bahagia adalah tanggungjawab orang lain itu sendiri. Bukan tanggung jawab kita.

Semoga besokpun ketika kamu tumbuh, Ibu dan Bapak tidak menjadi orang tua yang keras dan menuntutmu. Ibu ingin membiarkan kamu tumbuh menjadi dirimu sendiri. Semoga Ibu dan Bapak bisa memfasilitasi dalam tumbuh kembangmu untuk mencari jati dirimu yang sebenarnya, sesuai dengan perjanjianmu dengan Tuhan. Menemani menjadi teman cerita dalam setiap perjalanan kisah-kisah hidupmu dalam menemukan sesuatu sebagai pembelajaran hidup.

Sehat sehat ya Nak, bantu ibu untuk menjalani membawamu 9 bulan di badan Ibu dengan mudah, ringan dan menyenangkan. 9 bulan yang akan penuh nano-nano. Entah sebenarnya Ibu sudah siap atau belum membawamu 9 bulan di perut Ibu. Pastinya, ketika semesta telah menghadirkan kamu di antara Ibu dan Bapak, itu adalah waktu terbaik untuk kami. Semesta telah memberi kepercayaan untuk mendampingimu. Dan kamu telah percaya pada kami untuk menjadi orang tuamu.

Sungguh kami bersyukur, mbah ciamis, mbah klaten dan saudara lainnya juga sangat bergembira mendengar kabar bahwa kamu hadir di perut Ibu. Apalagi dengan usia kami sudah lebih dari kepala 3. Nak, sekali lagi kami berterimakasih karena kamu telah memilih Ibu dan Bapak sebagai orang tuamu. Terimakasih Tuhan semesta alam yang telah mempercayakan kami atas jiwa yang akan melakukan perjalanan pembelajaran di bumi ini kepada kami. Terimakasih... terimakasih.

Semoga semua mahluk berbahagia.

Share:

No comments:

Post a Comment