Pertemuan Ke Tiga di Gunung Api Purba
Perjalanan cerita saling mengenal diantara kami dilanjutkan melalui WA selama satu bulan lebih dari pertemuan ke dua. Bercerita petualangan menjadi Surveyor. Aku surveyor bidang kehutanan di Kalimantan, sedangkan dia Surveyor di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan dan lainnya keliling Indonesia tergantung projectnya. Bidang yang kami geluti sangat berbeda. Aku pekerja yang terikat sedangkan dia berwiraswasta serta explore alam yang flexible. Meski begitu aku merasa nyaman dan pas berbagi cerita dengannya.
Aku juga bercerita teman-teman healing dan Spiritual Jawaku padanya. Syukurnya dia bisa open minded dan tidak nge-judge bahwa aku dan teman-temanku sesat. Kita ternyata juga sama-sama suka nonton anime Naruto dan Inuyasha. Aku juga banyak cerita tentang kestresanku di pekerjaan, supaya dia tahu dunia yang aku geluti apakah dia akan menerima diriku yang sedang stress atau tidak. Selain itu juga aku ingin tahu responnya seperti apa ketika aku sedang stress. Dan Alhamdulillah responnya tidak membuatku tan stress/ tertekan. Hehe.. Di dalam hati, ini yang aku butuhkan, support system yang ngayemin ati. Atau meski tidak ngayemin ati, setidaknya tidak membuatku tambah stress.
Ohya, dia bercerita tentang manfaat dari menabung emas batangan antam. Dan dia menyarankanku juga untuk beli emas antam sebagai tabungan investasi masa depan. Karena kalau kita menyimpan dalam bentuk uang, Karena dengan menabung emas, selain nanti nilainya bisa naik, juga tidak mudah diambil untuk dipakai. Akhirnya,... dari dulu yang hanya menjadi wacana untuk beli emas batangan, bisa terlaksanakan juga setelah mengenal Dia. Aku pun beranikan diri untuk membeli emas antam di toko antam yang berlokasi di Jl. Jogja-Solo.
Sampai akhirnya kami membuat janji untuk bertemu lagi. Ke tempat wisata yang sebelumnya gagal untuk didatangi karena tutup. Hari minggu pagi sekitar pukul 9.00 WIB 21-11-2021 Dia sampai depan kos ku lagi 😁. Capekku karena pindahan kamar dari subuh tidak terasa lagi karena bahagia. Hihi.. Kami naik ke Gunung Api Purba tanpa persiapan, tanpa bawa bekal, tanpa sarapan dan tanpa bawa air minum putih. Semua berbekal nekat dan tekad. Dan kamipun sampai puncak. Setelah duduk sebentar dan berbincang di puncak akhirnya kami turun. Karena hari sudah siang. Untungnya ada Ibu penjual minuman dan kami mampir sebentar untuk minum air hangat sekaligus istirahat.
Setelah dari gunung api purba kita langsung pergi ke Embung nglangeran. Jadi senyum-senyum sendiri mengingatnya. Capek dan menahan lapar, tapi akhirnya sampai juga di embung. Kami tidak makan dulu, karena lokasi Gunung Api Purba dan Embung Nglangeran berdekatan, jadi sekalian. Lokasi embung tidak berada di tempat yang rendah, tapi kami harus menaiki tangga lagi baru sampai di Embung.
Setelah berlelah ria, akhirnya kami makan juga. Makan mi ayam bakso di daerah Jl. Wonosari. Oh iya, kecepatan Dia bawa motor tidak sekencang sebelumnya. Hehe..
Dan keesokan harinya tanggal 22-11-2021 kita udah jadian tanpa ada yang menyatakan perasaan seperti di sinetron-sinetron yang bilang 'Aku sayang sama kamu, mau nggak jadi pacarku' Obrolan mengalir dari perjalanan kemarin, sampai pada munculnya kalimat 'Doa pasangan baru' dari si Dia 😇

No comments:
Post a Comment