Bersahabat dengan emosi
Halo Dear,.
Hari ini aku akan berbagi tentang emosi. Mungkin sekitar 4 bulan yang lalu adalah fase dimana paling berat menghadapi emosiku sendiri. Bukan lagi seperti petasan kecil, tapi seperti ranjau yang terinjak dan bisa menghancurkan sekitar. Haha lebay...
Iya, waktu itu tiap bangun pagi, emosi (perasaan) sudah tidak menentu. Campur aduk, nyesek, nyesel, kecewa dan marah tentunya. Yang biasanya pagi adalah waktuku untuk bersemangat memulai hari, ini rasanya malas untuk beranjak dari bawah selimut.
Ketika bekerja di kantor, bisa aja tiba-tiba ingin marah tidak jelas. Pegang bulpen kemudian aku corat coret dengan kencang di kertas yang sudah tidak terpakai. Atau mendengarkan lagu rock untuk merealese emosi itu. Atau aku pukul-pukul samsak di kantor.
Emosi yang bertahun-tahun terpendam seakan muncul ke permukaan untuk diperhatikan. Ada apa? kamu kenapa? karena setiap emosi yang muncul pasti membawa pesan. Kenapa bisa terpendam bertahun-tahuan. Iya.. kemarahan, kesedihan, kekecewaan yang harusnya itu diexpresikan aku simpan rapat-rapat. Bahkan lingkungan terdekatku tidak menginginkan aku mengekspresikan emosiku.
"Jangan marah, marah temannya syetan""Jangan sedih, pasti Allah ganti yang lebih baik"
"Jangan kecewa, ayo semangat lagi, semua ini pasti ada hikmahnya"
Sehingga aku kehilangan momen untuk mengekspresikan emosiku. Aku tidak bisa marah karena takut dibilang jahat atau pemarah. Aku tidak bisa sedih, karena takut dibilang manja, "gitu aja sedih". Aku tidak bisa kecewa karena takut dibilang gampang nyerah atau tidak bisa bersyukur. Hahaha....
Padahal semua emosi itu berhak untuk diexpresikan, tapi dengan cara yang betul tentunya. Sedih ya sedih aja, tapi nggak usah menangis berhari-hari atau sampai merusah diri sendiri. Apalagi merusak orang lain. Begitupun dengan Marah dan Kecewa.
Sedangkan aku yang terlanjur meledak.. Buam.. lumayan susah aku kendalikan. Eits.. bukan dikendalikan tapi bersahabat. Iya bersahabat dengan mengekspresikannya melalui cara yang indah. Sehingga emosi itu akan terasa netral dan malah menjadi aktivitas yang menyenangkan. Berikut adalah hal-hal yang aku lakukan yang disarankan oleh teman, sahabat dan mentor untuk bersahabat dengan emosi. Mengekspresikan dengan indah
ketika marah, sedih atau kecewa
- aku mulai mendengarkan musik yang biasa untuk backsound peperangan,
- membuat titik-titik di buku dengan bolpoin warna-warni sambil berafirmasi atau berdzikir,
- karaoke dengan suara yang tak indah, keluarkan semua emosinya, kalau ingin bisa lebih keras pergi ke pantai cari tempat sepi, nyanyilah dengan keras atau berteriak
- joget-joget di kamar cari lagu yang bikin happy sampai berkeringat dan badan menjadi ringan, atau sekalilan cari panduan untuk olah raga yang memiliki gerakan banyak
Kamu boleh marah, boleh sedih dan boleh kecewa tentunya. Tidak harus selalu memaksa bahagia. Rasakan emosinya sehingga kamu bisa bersahabat dengan emosi-emosi tersebut. Dan tentunya Bahagia itu pilihan ya... ketika kamu marah, kamu bisa tetap memilih bahagia dengan mengekspresikan marah itu dengan indah.
No comments:
Post a Comment