Awal Mula Berkenalan dengan Spirituality
Sejak kapan?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh suamiku. Ya sejak kapan aku mulai tertarik dengan spiritual bukan jalur agama. Sejak aku marasa bahwa agama hanya memberi janji janji manis. Mungkin statement itu muncul karena aku tidak begitu dalam belejar agamaku.
Tapi,. sejak kecil ada pertanyaan yang sudah muncul. Yaitu, tentang jodoh. Kebetulan orang tuaku memutuskan bercerai. Sehingga yang muncul adalah pertanyaan "katanya manusia diciptakan saling berpasang-pasangan, kenapa Bapak dan Ibuku berpisah?" tidak ada jawaban yang bisa membuatku menerima sampai dengan aku mengenal spiritual jalur agama. Lalu ada satu lagi pertanyaanku, yaitu tentang sholat. Sejak kecil, banyak anak-anak seumuranku yang diminta untuk sholat karena kewajiban. Jika ingin masuk surga dan tidak ingin masuk neraka maka sholat. Sampai-sampai Bapakku sendiri melakukan kekerasan ketika menyuruh anaknya sholat. Lalu pertanyaan itu muncul "Kenapa Tuhan ingin disembah? Bukannya tanpa disembah, Tuhan itu Maha Besar. Katanya Tuhan tidak punya rasa sombong"
Bahkan ada satu moment, yang membuat ku tergelitik adalah.... Jangan mudah tertipu dengan penampilan orang. Yang terlihat alim, lembut dan seperti orang baik, nyatanya suka menyakiti hati sesama dan tidak memiliki empaty.
Kemudian, semakinlah aku merasa gelisah. Seperti ada sesuatu yang kurang dalam hidupku. Apalagi dengan pengalaman-pengalaman hidupku yang lain. Yang membuat aku semakin gelisah dan ingin mencari tahu. Akhirnya aku mulai belajar meditasi. Masuk ke grup-grup spiritual. Mulai tertarik dengan tarot, sampai akhirnya tertarik dengan birth chart dan human design. Dan... menemukan Spiritual agama yang sesuai dengan pandanganku saat ini.
Di Usiaku yang sudah kepala 3, dan beberapa tahun lagi mendekati kepala 4, aku masih berkutat dengan mengenali diri sendiri. Isitilah kerennya, meniti ke dalam diri, atau inner journey untuk benar-benar bisa menerima semua pembelajaran dalam kehidupanku kali ini untuk bisa mengenalNya. Begitulah awal mula aku belajar yang katanya spiritual secara luas. Dan rasanya sungguh sangat berbeda ketika aku melakukan sholat sebelum dan sesudah mendalami spiritual secara luas. Sholat bukan lagi rutinitas kewajiban yang harus aku lakukan yang penting terlaksana. Tapi sholat adalah sarana aku berkomunikasi dengan Tuhan.

No comments:
Post a Comment