Bahagia ada di dalam diri kita
![]() |
| from pinterest |
Banyak orang mencari dan mengejar kebahagiaan dari luar diri. Dari makanan, pasangan, shopping, travelling dan lainnya. Padahal tidak sedikit pula, mereka yang mampu beli makanan, tidak puas dan akhirnya mencari kebahagiaan lainnya, tidak sedikit mereka yang bosan dengan pasangannya kemudian mencari yang lainnya. Entah aku lupa membaca dimana, bahwa sebenarnya kita sudah membahwa kebahagiaan itu sendiri kemana-mana. Hanya kita lupa bagaimana cara memunculkannya. Apapun yang ada di luar diri itu menimbulkan kemelekatan atau kefanatikan yang membuat kita lupa akan rasa cinta kasih kepada sesama dan terutama rasa cinta kasih pada diri sendiri.
Beberapa hari ini aku tersadar dan sedikit demi sedikit mulai mengenali diri sendiri. Aku mulai merasa nyaman sendiri di tengah keramaian. Aku mulai merasa nyaman untuk tidak terlalu membaur pada kerumunan perbincangan. Aku mulai merasa perlu melakukan yang perlu aku lakukan saja. Ya.. aku mulai mengurangi kemelakatan apa yang ada di luar diri, dan mulai masuk ke dalam diri. Seperti apa diriku, sebenarnya apa yang aku butuhkan, sebenarnya apa yang harus aku lakukan tanpa mengikuti jejak-jejak kaki orang-orang yang membuatku tidak menjadi diriku sendiri.
Meski cahaya itu belum bisa terlihat, tapi aku tidak akan mengejarnya. Akupun tidak ingin melekat atas cahaya kebahagiaan itu. Ketika waktunya tiba, semesta akan menunjukan jalan cahaya yang ada di dalam diriku. Aku hanya perlu berjalan menyusuri lorong-lorong gelap di dalam diri. Mulai bertanya, ada pesan apa. Mulai membaca apa yang tersirat tapi tidak menyimpannya terlalu dalam di dalam fikiran. Bahagiaku... aku akan belajar bersabar menunggu terang itu datang tanpa kekhawatiran dan mengejarnya di luar diriku.
Jika terluka tidak perlu terburu-buru untuk menjadi sembuh. Jika sendiri tidak perlu terburu-buru untuk menjadi berpasangan. Jika tidak bisa tidak perlu terburu-buru untuk menjadi bisa. Jika tidak punya tidak perlu terburu-buru untuk menjadi punya. Jika belum bertemu tidak perlu terburu-buru untuk menjadi bertemu. Jika belum tahu tidak perlu terburu-buru untuk menjadi tahu. Jika belum belum yang lain.. tidak perlu terburu-buru. Semesta akan membuatmu menjadi tanpa kamu mencari di luar diri. Dan kamu akan takjub ketika kamu sendiri yang mendapati kamu menjadi.. (being). Teruslah berjalan menapaki jalan ini dengan bersyukur dan bahagia. Maka bahagia itu akan muncul dan selalu muncul dari dalam diri.
Dan tepat hari ini, aku mendapati laptopku yang sudah berbulan-bulan menginap di rumah sakitnya sudah sehat kembali. Tanpa gelisah menunggu-nunggu dia akan sembuh. Jika memang dia masih berjodoh denganku, dia akan kembali. Kembali untuk ada dalam hidupku, menjadi bagian cerita hidupku. Mungkin nanti tidak akan bersamaku, tapi dia akan bermanfaat untuk orang lain yang akan menggunakannya. Terimakasih semesta untuk hadiah kabar beritanya. Terimakasih. Sesederhana itu.

No comments:
Post a Comment