Kita adalah pelajar di kehidupan ini

from pinterest

Kata orang, kita hidup di dunia ini tujuannya adalah beribadah kepada Tuhan. Presepsi itu sudah tidak lagi aku jadikan dasar dalam menjalani hidup ini. Karena setelah 30 tahunan aku hidup di Bumi ini, aku baru menemukan tujuan aku hidup. Aku hidup untuk melakukan perjalanan dan mengalami pengalaman yang itu adalah sarana pembelajaran bagi diriku, bagi kedewasaan jiwaku. Hidup ini bagaikan universitas kehidupan. Aku akan naik kelas untuk mendapatkan pelajaran baru ketika aku sudah paham pelajaran yang aku dapat, atau hikmah yang dari dalam pengalaman tersebut. Jika masih terulang lagi, itu artinya... aku masih belum paham atas  pembelajarannya "Sadar".

Mungkin dalam Agama itu disebut ujian dan akan mendapatkan nilai baik atau buruk. Kini bagiku itu bukanlah ujian. Tapi itu adalah pengalaman indah yang akan membawa jiwa kita menjadi dewasa jika kita bisa memahami pelajarannya. Tidak lagi merasa takut atas nilai baik dan buruk, karena yang penting adalah proses belajarnya. Ah.. pasti akan terasa ringan dan menyenangkan dengan menjalani hidup bisa selalu mempraktekan teorinya. Meski kenyataannya itu akan terasa berat jika kita tidak selalu konsisten untuk menyadarinya. Kita adalah pelajar yang sedang belajar di bumi ini.

Mungkin, akan terasa aneh ketika kita berterimakasih kepada orang yang sudah menyakiti kita. Rasa aneh itu karena kita fokus terhadap kesakitan kita. Bukan pada kesadaran pengalaman tersebut telah membawa pembelajaran yang sangat berharga. Kita pasti akan berterimakasih kepada orang yang memberikan pengalaman yang menyenangkan, tapi sebaliknya kita akan mengutuk orang yang memberikan kesakitan dalam hidup kita. Padahal, pengalaman merasakan senang dan sakit/sedih itu adalah salah satu tujuan hidup kita. Dan orang-orang tersebutlah yang menjadi sarana Tuhan sebagai sumber belajar kita.

Orang-orang yang ada di lingkaran hidup kita adalah partner kita untuk saling memberi pelajaran. Seandainya kita bisa selalu memahami dan menyadarinya. Presepsi baru, kita adalah pelajar, dan mereka-mereka adalah teman belajar kita, kita tidak akan lagi menyalahkan siapapun atas pengalaman hidup yang kita jalani. Baik mereka adalah keluarga, saudara, teman, pasangan atau orang yang kita kenal sebentar di ruang tunggu dengan pembicaraan yang sangat mengena. 

Mungkin cukup sampai sini sesi healing untuk diriku dan untuk kamu yang sedang membaca tulisan ini. Jangan terlalu jauh... cukup memahami bahwa kita sedang menjadi pelajar di bumi ini, belajar menjalani kehidupan dengan berbagai rasa yang kita rasakan di hati dan fisik. Semoga kita bisa selalu bersyukur atas kesempatan merasakan pengalaman hidup menjadi manusia yang rasanya nano-nano. Dan kemudian Cinta kasih akan selalu tercipta diantara kita karena saling membantu dan mengasihi dalam belajar di bumi ini.

Share:

No comments:

Post a Comment